Dewan Pengurus Pusat Barindo


Pemimpin Nasional Harus Miliki Komitmen Terhadap Keamanan Negara

16 Apr 2014 17:38:47 WIB | syaiful
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum DPP Barisan Indonesia Gita Wirjawan mengapresiasi eksistensi dan prestasi Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI yang hari ini genap berusia 62 tahun. "Selamat HUT Kopassus. Saya bangga dengan capaian-capaian membanggakan dari Korps Baret Merah ini," ujar Gita Wirjawan dalam siaran pers yang diterima ROL, Rabu (16/4). Dengan keberadaan Kopassus, mantan Menteri Perdagangan ini menilai, rakyat sangat percaya diri bersaing dengan pasukan-pasukan elite di dunia karena kemampuan pasukan elite TNI Angkatan Darat itu yang disegani. "Siapapun pemimpin nasional besok, harus memiliki komitmen yang jelas terhadap sektor keamanan negara," tegasnya. Gita mengingatkan, dukungan anggaran yang memadai terhadap pengadaan alutsista dan kesejahteraan TNI merupakan kunci komitmen pemerintah tersebut. "Alokasi APBN untuk sektor pertahanan dan keamanan masih di bawah 1 persen. Padahal idealnya 2-3 persen. Peningkatan anggaran TNI nanti harus berbanding lurus dengan konsistensi reformasi TNI sehingga kita punya tentara yang solid, militan dan profesional," tuturnya. Kopassus lebih mengedepankan kegiatan bakti sosial dibandingkan acara seremonial dalam memperingati HUT ke-62 ini. Acara sosial dipilih sebagai bentuk evaluasi terhadap apa yang sedang terjadi di masyarakat Indonesia saat ini. "Kopassus adalah aset negara, Kopassus milik rakyat, Kopassus adalah senjata negara. Mari kita sama-sama pelihara dengan cara latihan dan terus latihan untuk meningkatkan kualitas agar semua profesional," kata Danjen Kopassus Mayjen TNI Agus Sutomo di Markas Komando Kopassus Cijantung, Jakarta Timur.
Selengkapnya

Gita Wirjawan: Karena Kopassus, Rakyat Percaya Diri Bersaing Dengan Pasukan Elit Dunia

16 Apr 2014 17:37:37 WIB | syaiful
RMOL. Ketua Umum DPP Barisan Indonesia Gita Wirjawan mengapresiasi eksistensi dan prestasi Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI yang hari ini genap berusia 62 tahun. "Selamat HUT Kopassus. Saya bangga dengan capaian-capaian membanggakan dari Korps Baret Merah ini," jelas Gita Wirjawan sesaat lalu (Rabu, 16/4). Dengan keberadaan Kopassus, mantan Menteri Perdagangan ini menilai, rakyat sangat percaya diri bersaing dengan pasukan-pasukan elit di dunia karena kemampuan pasukan elite TNI Angkatan Darat itu yang disegani. "Siapapun pemimpin nasional besok, harus memiliki komitmen yang jelas terhadap sektor keamanan negara," tegasnya. Namun Gita mengingatkan, bahwa dukungan anggaran yang memadai terhadap pengadaan alutsista dan kesejahteraan TNI merupakan kunci komitmen pemerintah tersebut. "Alokasi APBN untuk sektor pertahanan dan keamanan masih di bawah 1 persen. Padahal idealnya 2-3 persen. Peningkatan anggaran TNI nanti harus berbanding lurus dengan konsistensi reformasi TNI sehingga kita punya tentara yang solid, militan dan profesional," tukasnya. Sementara itu, pihak Kopassus lebih mengedepankan kegiatan bakti sosial dibandingkan acara seremonial dalam memperingati HUT ke-62 ini. Acara sosial dipilih sebagai bentuk evaluasi terhadap apa yang sedang terjadi di masyarakat Indonesia saat ini. "Kopassus adalah aset negara, Kopassus milik rakyat, Kopassus adalah senjata negara. Mari kita sama-sama pelihara dengan cara latihan dan terus latihan untuk meningkatkan kualitas agar semua profesional," kata Danjen Kopassus Mayjen TNI Agus Sutomo di Markas Komando Kopassus Cijantung, Jakarta Timur, Rabu (16/4). [zul]
Selengkapnya

Gita : Taufiq Kiemas Tetap Berjasa

07 Apr 2014 20:41:12 WIB | dika
KETUA Umum DPP Barindo Gita Wirjawan menilai keputusan Mahkamah Konstitusi pada Kamis lalu (3/3) yang membatalkan penggunaan frasa "Empat Pilar Bangsa" tidak mengurangi kontribusi Alm.Taufiq Kiemas dalam mempopulerkan kembali Pancasila sebagai identitas bangga berbangsa.

"Kita hormati putusan itu karena memang tugas MK untuk meluruskan yang dipandang tidak tepat. Namun saya tetap berkeyakinan perubahan itu tidak mengurangi jasa (Alm) Pak Taufiq. Komitmen beliau dalam merawat kebhinekaan dan menjaga Pancasila sangat luar biasa. Ini tercermin dari kegigihannya mensosialisasikan "Empat Pilar Bangsa" saat menjabat Ketua MPR", ungkap Gita di sela-sela kunjungannya ke Museum Perundingan Linggarjati, Jumat (4/3) di Kuningan.
Selengkapnya

Gita: Empat Pilar Dihapus, Taufik Kiemas Tetap Berjasa

07 Apr 2014 20:21:04 WIB | dika
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Ketua Umum DPP Barindo Gita Wirjawan menilai keputusan Mahkamah Konstitusi pada Kamis lalu (3/3) yang membatalkan penggunaan frasa "Empat Pilar Bangsa" tidak mengurangi kontribusi Alm. Taufik Kiemas dalam memopulerkan kembali Pancasila sebagai identitas bangga berbangsa. 

"Kita hormati putusan itu karena memang tugas MK untuk meluruskan yang dipandang tidak tepat. Namun saya tetap berkeyakinan perubahan itu tidak mengurangi jasa (Alm) Pak Taufik. Komitmen beliau dalam merawat kebhinekaan dan menjaga Pancasila sangat luar biasa. 
Selengkapnya

Sambut Pilpres, 50 Ribu Orang Akan Ikut Gerak Jalan BARINDO Jatim

02 Apr 2014 18:20:59 WIB | dika
Barisan Indonesia (BARINDO) Jawa Timur segera menggelar konsolidasi usai pengukuhan pengurus pada Sabtu akhir pekan kemarin. Sejauh ini ada dua kabupaten di provinsi tersebut yang belum terdapat kepengurusan BARINDO.

"Kami akan konsolidasi ke dalam terlebih dahulu, ke DPC-DPC. Apalagi ada dua (kabupaten) yang belum ada BARINDO, tapi segera akan kami buka," jelas Ketua DPD BARINDO Jatim Kodi Lamahayu.


Kodi Lamahayu mengungkapkan, fokus mereka selama lima tahun atau satu periode ini adalah memajukan dan mengembangkan organisasi kemasyarakatan tersebut. "Kami juga akan membuka koperasi di setiap DPC agar DPC bisa mendanai program sendiri, supaya mandiri," imbuhnya.
Selengkapnya

Gita Belajar Dari Soekarno Dan Habibie

01 Apr 2014 11:45:05 WIB | dika
Surabaya - Gita Wirjawan menyoroti perkembangan ekonomi global yang kini berporos di negara-negara Asia. Menurut dia hal itu harus dimanfaatkan Indonesia. Jangan sampai, Indonesia menyiakan-nyiakan momentum emas untuk menjadi kekuatan ekonomi tangguh di kawasan.

"Kita harus mematahkan hegemoni Konsensus Washington yang selama ini menempatkan Indonesia sebagai pasar empuk produk-produk asing. Di sinilah saya mengagumi Soekarno dan Habibie karena mereka sedikit pemimpin yang memikirkan suply side dalam kebijakannya. Saya belajar dari mereka berdua, ke depan Indonesia harus memprioritaskan produksi barang dan jasa. Ini syarat kita berdaulat secara ekonomi di rumah negeri sendiri," kata Ketua Umum DPP Gita Wirjawan saat mengukuhkan kepengurusan DPD Barindo Jawa Timur, Sabtu (29/3) di Surabaya.
Selengkapnya

Indonesia Harus Hentikan Hegemoni Konsensus Washington

01 Apr 2014 11:37:10 WIB | dika
REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Ketua Umum DPP Barindo, Gita Wirjawan mengatakan, Indonesia harus memanfaatkan perkembangan ekonomi global yang sedang berporos di negara-negara Asia.

''Bangsa ini jangan sampai menyiakan-nyiakan momentum emas untuk menjadi kekuatan ekonomi tangguh di kawasan,'' ujar Gita Wirjawan saat mengukuhkan kepengurusan DPD Barindo Jawa Timur, di Surabaya, Sabtu (29/3).

Menurut dia, bangsa Indonesia harus mematahkan hegemoni Konsensus Washington yang selama ini menempatkan Indonesia sebagai pasar empuk produk-produk asing. Ia mengaku sangat mengagumi Soekarno dan Habibie, sebagai pemimpin yang memikirkan supply side dalam kebijakannya.
Selengkapnya

GW Kukuhkan Barindo Jawa Timur

01 Apr 2014 11:29:10 WIB | dika
Ketua Umum Barisan Indonesia Gita Wirjawan (kanan) berjabat tangan dengan Ketua DPD Barindo Jawa Timur, Kodi Lamahayu, usai memberikan pataka Barindo pada acara pengukuhan kepengurusan DPD Barindo Jawa Timur, di Surabaya (Sabtu, 29/3). Pengukuhan ini dihadiri ratusan pengurus.
Selengkapnya

Perluasan Akses Air Bersih Masyarakat Miskin Tingkatkan Pertumbuhan

24 Mar 2014 13:15:14 WIB | dika
Jakarta (ANTARA News) - Ketua Umum DPP Barisan Indonesia (Barindo) Gita Wirjawan mengingatkan bahwa upaya pemerataan pertumbuhan ekonomi harus dibarengi kebijakan perluasan akses masyarakat miskin terhadap sumber-sumber hajat hidup publik, termasuk kebutuhan air bersih.

"Refleksi Hari Air Sedunia jadi momentum kita semua untuk membenahi tata kelola pemerintahan yang berorientasi kepentingan masyarakat luas. Air, simbol utama kehidupan kita, ini kunci guna memastikan kesejahteraan untuk semua," kata Gita di Jakarta, Sabtu, berkaitan dengan refleksi Hari Air Se-Dunia yang jatuh pada Sabtu ini dengan tema "Air dan Energi".
Selengkapnya

Gita Wirjawan: Memprihatinkan, Masyarakat Miskin Sangat Sulit Dapatkan Air Bersih

24 Mar 2014 13:09:17 WIB | dika
RMOL. Pemenuhan air bersih untuk masyarakat Indonesia masih belum memenuhi target MDGs tahun 2015. Di antara faktor yang menghambat adalah tidak adanya reformasi di sektor tata kelola perusahaan daerah.
Karena itu, reformasi birokrasi dan pemberantasan korupsi di daerah harus berdampak pada jaminan ketersediaan air bersih untuk masyarakat, khususnya kelompok miskin.

Demikian disampaikan Ketua Umum DPP Barisan Indonesia (Barindo) Gita Wirjawan berkaitan dengan refleksi Hari Air Se-Dunia yang jatuh pada hari ini dengan tema "Air dan Energi".
Gita mengingatkan hal tersebut karena menurut laporan pemerintah, masih ada kekurangan cukup besar pemenuhan air bersih dari target 68%.
Selengkapnya