Dewan Pengurus Pusat Barindo

TEMUI KETUA UMUM PGI, GITA WIRJAWAN TEKANKAN PLURALISME

23 Dec 2013 19:20:06 WIB | syaiful
Jurnas.com | KETUA Umum Barisan Indonesia (Barindo) Gita Wirjawan berharap kepada tokoh agama agar bisa mengajak umat untuk tidak golput. Besarnya angka golput menurut Gita bisa mengancam tatanan sistem politik kita.
Hal ini disampaikan Gita saat bertemu dengan Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja Se-Indonesia (PGI) Pendeta Andreas Yewangoe, Senin (23/12) di Kantor PGI, Jakarta.

Menurut Gita, tingginya angka golput dalam pemilu 2014 harus bisa diantisipasi. Persepektif politik warga akan menentukan kualitas kepemimpinan nasional dan kepercayaan pada sistem demokrasi itu sendiri. “Tokoh agama harus mengimbau umatnya untuk aktif berpartisipasi dalam pemilu nanti,” kata Gita. Angka golput yang menyentuh angka 30 persen harus dihindari. Hal tersebut menurutnya bisa melahirkan pemimpin dan pemangku kebijakan yang tak berkualitas.

Sementara itu, Andreas menyatakan, PGI sudah jauh-jauh hari menyerukan kapada jemaat gereja untuk tidak menjadi golput dalam pesta demokarasi lima tahunan 2014 mendatang. "Kami sangat setuju itu, meskipun golput itu pilihan namun kita harus menggunakan hak pilih,” kata Andreas. Pemilu 2014 menurutnya adalah ajang untuk mencari pemimpian yang berkualitas dengan segala kekurangannya. “Itu sudah kami sosialisasikan di kalangan gereja,” kata Andreas.

Gita dan Andreas juga banyak bicara masalah keberagaman (pluralisme). Terutama dalam hal keagamaan yang harus menjadi agenda penting dalam pemerintahan mendatang. Negara harus benar-benar hadir dalam mengatasi konflik keagamaan, dan bukan menghakimi. Tegakkan aturan sesuai konstitusi. Negara tidak boleh berteologi dan masing-masing umat harus introspeksi", ujar Andreas.

Sekretaris Jenderal Barindo Fajar Rizal Ul Haq yang mendampingi Gita mengatakan, baik Barindo maupun PGI sama-sama melihat pentingnya memunculkan kepemimpinan baru yang bisa menyatukan realitas pluralisme kebangsaan dalam ranah kebijakan. "Sebagai sosok yang dilahirkan dan dibesarkan di lingkungan majemuk, Ketua Umum Barindo sangat memahami bahkan merasakan keprihatinan keluarga besar PGI mengenai persoalan pluralisme dan minoritas hari ini", kata Fajar.